Tencel Modal Itu Apa? Kenali Serat, Keunggulan, hingga Hasil Produksinya
Pernah mengenakan pakaian yang terasa begitu lembut, ringan, dan nyaman hingga hampir tidak terasa di kulit? Karakter seperti ini bukan hanya ditentukan oleh desain kain, tetapi juga oleh pilihan serat yang digunakan sejak awal. Salah satunya adalah TENCEL™ Modal, serat berbasis kayu yang banyak digunakan untuk produk tekstil yang mengutamakan kenyamanan.
Sumber gambar: Good Fabric
Apa Itu Tencel Modal?
Serat selulosa berbasis kayu
TENCEL™ Modal merupakan serat selulosa regenerasi yang dikembangkan oleh Lenzing dan berasal dari bahan baku alami berupa kayu dari sumber yang bersertifikasi atau terkontrol. Selulosa dari kayu diproses menjadi pulp, kemudian diregenerasi menjadi serat yang dapat dipintal menjadi benang dan diolah lebih lanjut menjadi kain.
TENCEL™ Modal termasuk keluarga serat berbasis selulosa, tetapi perlu dibedakan antara istilah Modal sebagai jenis serat dan TENCEL™ Modal sebagai produk bermerek dari Lenzing. Karena itu, tidak semua serat Modal otomatis merupakan TENCEL™ Modal.
Karakteristik dan Keunggulan Tencel Modal
Lembut dan nyaman di kulit
Salah satu karakteristik utama Tencel Modal adalah kelembutannya. Struktur seratnya mendukung hand feel yang halus dan membantu mempertahankan kelembutan kain bahkan setelah pencucian berulang.
Membantu mengelola kelembapan
TENCEL™ Modal juga memiliki kemampuan pengelolaan kelembapan yang baik. Karakter ini membuatnya cocok untuk produk yang bersentuhan langsung dengan kulit dan membutuhkan sensasi nyaman, seperti underwear, sleepwear, loungewear, serta berbagai pakaian sehari-hari.
Fleksibel untuk berbagai produk tekstil
Karakteristiknya memungkinkan TENCEL™ Modal digunakan dalam berbagai konstruksi tekstil, baik melalui proses knitting maupun blending dengan serat lain. Aplikasinya mencakup pakaian siap pakai, hosiery, intimate apparel, hingga produk home textile seperti towel dan mattress.
Baca juga: Prospek TENCEL™ 2026: Peluang Bisnis di Balik Tren Bahan Berkelanjutan
Tencel Modal Black dan Indigo, Apa Bedanya?
TENCEL™ Modal warna black
Selain serat berwarna putih, TENCEL™ Modal tersedia dalam varian black melalui teknologi spin-dyeing. Pigmen hitam dimasukkan langsung ke dalam serat selama proses pembuatannya, sehingga tidak membutuhkan proses pencelupan tambahan di tahap berikutnya. Lenzing menyebut teknologi ini dapat mengurangi konsumsi energi dan air dibandingkan proses pewarnaan konvensional.
Karakter ini membuat TENCEL™ Modal Black menarik untuk produk next-to-skin apparel, seperti underwear dan lingerie, serta T-shirt dan pakaian kasual berwarna hitam. Contohnya, TENCEL™ Modal Black juga telah digunakan pada produk bralette dengan komposisi Modal dan spandex.
TENCEL™ Modal dengan Indigo Color Technology
Berbeda dari Black, TENCEL™ Modal dengan Indigo Color technology dirancang untuk menghadirkan warna indigo dengan memasukkan pigmen langsung ke dalam serat. Teknologi ini dikembangkan sebagai alternatif terhadap proses pewarnaan indigo konvensional yang membutuhkan beberapa tahapan dyeing.
Hasil akhirnya dapat digunakan untuk produk dengan karakter visual seperti denim, termasuk jeans, jaket, kemeja, dan celana pendek.
Dari Tencel Modal Menjadi Produk Tekstil
Dari fiber, yarn, hingga kain
Perjalanan Tencel Modal tidak berhenti sebagai serat. Fiber diproses melalui spinning menjadi yarn atau benang, kemudian dapat digunakan dalam proses knitting maupun weaving untuk menghasilkan kain dengan karakter sesuai kebutuhan produk.
Dengan pilihan teknologi dan warna yang tersedia, penggunaannya pun menjadi lebih luas, mulai dari underwear dan lingerie berbahan TENCEL™ Modal Black, hingga produk fashion dan denim-look berbasis TENCEL™ Modal Indigo.
Sumber gambar: Cloude
Bagi Anda yang membutuhkan benang dan produk tekstil berbasis Tencel Modal dengan karakteristik serta aplikasi yang sesuai kebutuhan produksi, silakan hubungi Danar Mas Group untuk mendiskusikan pilihan produk tekstil yang tepat untuk kebutuhan Anda.