Pernah merasa tren fashion sekarang bergerak terlalu cepat? Hari ini satu model pakaian viral, beberapa minggu kemudian sudah berganti dengan tren baru. Di tengah siklus tersebut, semakin banyak Gen Z yang mulai mempertimbangkan kembali apa yang mereka beli dan bagaimana pakaian tersebut dibuat. Ketertarikan terhadap sustainable fashion memang tidak lepas dari kepedulian terhadap lingkungan.

Namun, alasan Gen Z memilih fashion yang lebih berkelanjutan ternyata jauh lebih luas. Lantas, apa saja yang membuat generasi ini semakin tertarik pada sustainable fashion?

 

alasan gen z pilih fashion sustainability

Sumber gambar: DOKU

 

Kenapa Gen Z Tertarik pada Sustainable Fashion?

1. Peduli pada dampak fashion terhadap lingkungan

Industri fashion memiliki dampak yang cukup besar terhadap lingkungan, mulai dari penggunaan air dan bahan kimia hingga emisi dan limbah tekstil. UNEP mencatat bahwa sektor tekstil menghasilkan sekitar 2-8% emisi gas rumah kaca global dan menggunakan air dalam jumlah sangat besar setiap tahunnya.

Kondisi tersebut membuat environmental awareness menjadi salah satu faktor yang mendorong Gen Z mempertimbangkan pilihan fashion. Mereka mulai melihat pakaian bukan hanya dari desain dan harga, tetapi juga dari material, proses produksi, hingga masa pakainya.

2. Nilai etis ikut menjadi pertimbangan

Bagi Gen Z, sustainability juga berkaitan dengan pertanyaan tentang bagaimana sebuah produk dibuat. Apakah proses produksinya memperhatikan pekerja? Apakah brand transparan mengenai rantai pasoknya? Apakah material yang digunakan memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah?

Riset mengenai Gen Z sustainable fashion menunjukkan bahwa nilai moral dan pertimbangan etis dapat memengaruhi keputusan mereka dalam memilih produk fashion yang lebih berkelanjutan.

Artinya, sustainable fashion tidak hanya berbicara tentang “baik untuk bumi”, tetapi juga tentang responsible consumption.

 

Baca juga: Tren Industri Tekstil 2026: Apa yang Berubah di Pasar Global?

 

3. Ingin fashion yang sesuai dengan value dan identitas

Fashion merupakan salah satu cara seseorang mengekspresikan diri. Karena itu, pilihan terhadap sustainable fashion juga dapat menjadi bagian dari personal identity.

Gen Z tidak hanya mencari pakaian yang terlihat menarik, tetapi juga brand dan produk yang terasa sejalan dengan nilai yang mereka percaya. Hal ini membuat transparansi, ethical practices, material choices, dan sustainability semakin relevan dalam membangun hubungan antara brand dan konsumen.

4. Media sosial membentuk cara Gen Z melihat fashion

Bagi Gen Z, media sosial bukan hanya tempat mencari inspirasi outfit, tetapi juga sumber informasi tentang sustainable fashion. Konten mengenai capsule wardrobe, upcycling, hingga dampak fast fashion membuat isu sustainability lebih mudah dikenal dan diperbincangkan.

Di sisi lain, social influence juga dapat memengaruhi keputusan pembelian. Ketika sustainable lifestyle menjadi bagian dari percakapan di media sosial dan lingkungan pertemanan, pilihan fashion yang lebih bertanggung jawab dapat terasa semakin relevan bagi Gen Z.

5. Mencari produk yang lebih berkualitas dan tahan lama

Sustainable fashion juga berkaitan dengan cara konsumen memandang umur sebuah pakaian. Daripada membeli banyak pakaian yang cepat kehilangan bentuk atau relevansinya, sebagian konsumen mulai mempertimbangkan durability, quality, dan cost per wear.

Bagi Gen Z, membeli produk yang dapat digunakan lebih lama bisa terasa lebih masuk akal secara ekonomi sekaligus mengurangi kebutuhan untuk terus membeli pakaian baru. Karena itu, kualitas material, kenyamanan, dan daya tahan produk dapat menjadi bagian penting dari pertimbangan sustainable fashion.

 

Apa Artinya bagi Industri Fashion?

Sustainability Mulai Bergeser dari Tren Menjadi Pertimbangan Produk

Perubahan preferensi konsumen membuat sustainable fashion tidak lagi cukup dipandang sebagai tren sesaat. Industri tekstil dan fashion perlu melihat sustainability dari perspektif yang lebih menyeluruh, termasuk material, durability, circularity, transparansi, hingga pengurangan waste.

UNEP sendiri mendorong transformasi menuju sustainable and circular textile value chain, termasuk perubahan pola konsumsi, praktik industri yang lebih baik, dan investasi pada infrastruktur circularity.

Bagi pelaku industri, ini berarti memahami apa yang benar-benar dicari konsumen menjadi semakin penting. Gen Z mungkin datang karena desain, harga, atau tren, tetapi sustainability dapat menjadi faktor yang memperkuat alasan mereka untuk memilih sebuah produk.

 

Jadi, Mengapa Gen Z Memilih Sustainable Fashion?

Jawabannya ternyata tidak sesederhana karena mereka peduli lingkungan. Environmental awareness, ethical values, secondhand fashion, value for money, social influence, hingga personal identity dapat saling berperan dalam membentuk pilihan mereka.

Dan ketika preferensi konsumen berubah, industri tekstil pun ikut mendapat tantangan baru: bagaimana menghadirkan material dan produk yang tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar, tetapi juga semakin selaras dengan arah fashion yang lebih berkelanjutan?

 

Dari berbagai alasan di atas, menurut Anda, faktor mana yang paling berpengaruh terhadap pilihan sustainable fashion saat ini?